Minggu, 08 Desember 2013

Sejarah_X

-->



 
Buku ini adalah 'tribute' bagi seorang saksi sejarah yang bernama Amrizal Chaniago. Lahir di Bukit Tinggi, Sumatera Barat pada tahun 1935, Amrizal sejak kecil sudah memiliki ketertarikan dan bakat pada dunia seni dan fotografi. Walau memang fotografi pada jaman itu tidak semarak seperti sekarang. Fotografi masih merupakan barang mewah yang hanya mampu dimiliki oleh kaum borjuis pada masa itu. Berbekal doa restu dan rahmat Illahi, serta teguh berpegang pada ajaran adat dan agama, Amrizal akhirnya memberanikan diri untuk merantau mengadu nasib ke Ibu Kota untuk memulai hidup baru dan berkarir dan sebagai fotografer. Berawal dari pekerjaannya di sebuah studio foto di bilangan Jakarta Barat, akhirnya Amrizal Chaniago mampu menjadi salah satu fotografer kepresidenan Republik Indonesia.
Tidak hanya menjadi fotografer di lingkungan istana negara saja, Amrizal pun berkelana melintasi samudera dan benua demi mendokumentasikan segala kegiatan kepresidenan dan kenegaraan yang ditugaskan kepadanya.
Buku ini merangkum sekelumit kisah 'sepak-terjang' Amrizal Chaniago dalam memulai kariernya, sampai menjadi saksi dari berbagai peristiwa, skandal dan konspirasi-konspirasi yang terjadi di penghujung masa pemerintahan Orde Lama. 

Pada Jakarta Biennale 2013 kali ini, Sejarah_X menghadirkan kembali beberapa koleksi foto Amrizal Chaniago yang dibuatnya dari tahun 1959-1964. Dalam kesempatan yang sama, Sejarah_X sekaligus juga mengadakan launching serta pembagian buku Membidik Sejarah secara cuma-cuma bagi para hadirin yang datang pada malam yang berbahagia itu.
Kiranya buku serta pameran ini dapat menjadi sumbangsih yang berarti bagi sejarah Indonesia pada umumnya dan menjadi pedoman bagi penggiat fotografi pada khususnya.






*Sejarah _X adalah sebuah kelompok studi yang mengkhususkan diri untuk meneliti, mempelajari serta mendata kisah-kisah yang tidak tercatat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Sejarah_X juga menghimpun serta merangkum penggalan-penggalan kisah kehidupan dari saksi-saksi pelaku sejarah itu sendiri.